Tampilkan postingan dengan label Surat Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Al-Quran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Kecil Usaha Kesan Besar

Pernah dengar "Kesan Rama-Rama" atau Butterfly Effect? Ia ada satu ungkapan puitis tentang kejadian-kejadian kecil yang tidak diketahui orang tetapi mampu memberikan kesan yang besar kepada orang lain atau tempat lain. Philip Merilees pernah mencadangkan tajuk kertas kajian oleh Edward Lorenz tentang perkara ini di mesyuarat Persatuan untuk Pembangunan Sains Amerika ke-139 dengan tajuk, Adakah kibasan sayap rama-rama di Brazil menghasilkan tornado di Texas?



Mungkin kecil bagi kita, tetapi kesannya besar di Akhirat Kelak.
Apalah sangat kibasan sayap rama-rama bagi kita? Kecil bukan? Tetapi bagi saintis tersebut, frasa itu merujuk kepada idea yang sayap rama-rama mungkin menghasilkan perubahan yang amat kecil dalam atmosfera bumi yang mungkin akhirnya mengubah arah tornado atau melambatkan, melajukan atau langsung menghalang kejadian tornado di beberapa lokasi. Kibasan sayap mewakili perubahan kecil keadaan asal dalam sistem, yang menyebabkan rantaian peristiwa yang menjadi punca kepada perubahan peristiwa-peristiwa pada skala besar.
Seperti juga kita hari ini, ada usaha yang kecil di mata kita atau orang lain, walhal ia sebenarnya memberikan kesan besar, jika tidak di dunia, tetap akan terkira di akhirat kelak.

Itu rama-rama, bagaimana dengan tindakan sebesar zarah tetap juga dikira?


وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِن قُرْآنٍ وَلاَ تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلاَّ كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاء وَلاَ أَصْغَرَ مِن ذَلِكَ وَلا أَكْبَرَ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)
(Surah Yunus 10: Ayat 61)




 GO
Read More..

Minggu, 13 November 2011

Black Hole dalam Alquran

Oleh Dr. Mohamad Daudah
Barangkali penemuan kosmologi modern terpenting adalah apa yang disebut Black Hole (Lobang Hitam) yang menunjuk kepada bintang-bintang yang sangat berat massanya. Bintang merupakan entitas yang melewati fase pembentukan, kemudian ia membesar dan berkembang hingga sampai fase kematian. Nah, Black Hole itu berada pada fase terakhir. Ketika volume bintang itu berkembang dengan skala yang besar, maka gravitasinya meningkat hingga batas-batas yang sangat besar, sehingga ia menarik segala sesuatu, hingga cahaya tidak bisa terlepas dari gravitasnya yang besar.
Karena itu, kita tidak mungkin melihat benda ini selama-lamanya karena ia sangat terssaljuyi. Dan karena itulah ia disebut Black Hole. Para ilmuwan menyatakan bahwa benda ini berjalan di alam semesta dengan kecepatan yang tinggi dan menarik setiap benda yang mendekatinya. Seandainya kita meminta para astronom untuk mendefinisikan mahluk yang menakjubkan ini secara ilmiah dan sesuai dengan penemuan mereka yang paling baru, maka mereka akan mengatakan:

1. Black Hole adalah bintang yang berat massanya dan terssaljuyi sehingga tidak bisa dilihat.
2. Makhluk ini berjalan dengan kecepatan mencapai puluhan ribu kilometer per detik.
3. Black Hole menarik, menekan, dan membersihkan setiap sesuatu yang ditemuinya dalam perjalanannya.
Nah, sekarang kita merujuk kepada isyarat al-Qur’an mengenai benda tersebut. Allah berfirman yang makna harfiahnya sebagai berikut, ‘Maka aku bersumpah dengan khunnas, yang berjalan lagi menyapu.’ (at-Takwir: 15-16)
Mari kita cermati maknanya dan sejauh mana kesesuaiannya dengan data-data sain modern.
Kata khunnas berarti sesuatu yang tidak terlihat selama-lamanya. Kata ini terbentuk dari kata khanasa yang berarti terssaljuyi. Karena itu, setan dalam surat an-Nas disebut khannas karena ia tidak terlihat. Kata al-jawari berarti yang berjalan atau berlari. Dan kata al-khunnas terambil dari kata kanasa yang berarti menarik sesuatu yang dekat dan menghimpun kepada dirinya dengan kuat. Dan inilah yang benar-benar terjadi pada Black Hole, tepat seperti yang dibicarakan al-Qur’an.

Al-Qur’an Mengungguli Astronom
Sain menyebut benda ini dengan Black Hole, tetapi penamaan ini tidak tepat. Karena istilah ‘Hole’ berarti kosong, dan itu sama sekali berlawanan dengan bintang-bintang yang memiliki massa yang berat sekali. Dan kata ‘Black’ juga tidak tepat secara ilmiah, karena benda ini tidak memiliki warna, karena ia tidak mengeluarkan suatu cahaya yang bisa dilihat.
Karena itu, kata khunnas adalah kata yang mendeskripsikan hakikat makhluk tersebut secara tepat. Dan kata khunnas yang berarti menyapu itu kita temukan di akhir artikel-artikel ilmiah tentang makhluk ini. Bahkan para ilmuwan menyatakan, ‘Benda itu menyapu ruang angkasa.’
Gambar di atas menunjukkan letupan suatu bintang karena kehabisan seluruh bahan bakarnya, dan ia mulai membentuk Black Hole (khunnas), karena energi pada bintang ini tidak lagi cukup baginya untuk eksis sebagai bintang. Inilah yang mengakibatkan bintang itu memudar dan meningkat gravitasinya. Dan karena itu al-Qur’an menyebut benda ini dengan kata al-jawari al-khunnas yang berarti yang berjalan dan berlari.

Fakta dan Angka
Mengenai bobotnya, Black Hole seberat bumi itu diameternya kurang dari satu sentimeter saja! Dan Black Hole seberat matahari itu diamenternya hanya 3 km. Subhanallah!
Black Hole ukuran sedang itu beratnya 10.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kilogram, atau 10 pangkat 31, dengan diameter 30 km saja. Ada banyak Black Hole di pusat galaksi kita dan galaksi-galaksi lain, dan satunya memiliki berat jutaan kali berat matahari.

Bagaimana Ilmuan Melihat Benda ini?
Bagaimana ia bisa dilihat sedangkan ia tidak mengeluarkan pancaran cahaya? Muncul pemikiran dari seorang peneliti bahwa Black Hole itu memiliki ukuran tertentu, dan ia berjalan di ruang angkasa. Ia pasti akan lewat di depan sebuah bintang sehingga cahayanya tertutup dari kita, seperti kejadian gerhana matahari. Setelah ide itu dilaksanakan dan terbukti benar, maka para ilmuwan sepakat bahwa cahaya bintang tersebut tertutup karena lewatnya Black Hole, sehingga mengakibatkan tertutupnya pancaran cahaya yang bersumber dari bintang tersebut. Hal itu terjadi selama jangka waktu tertentu, kemudian bintang tersebut kembali menunjukkan sinarnya.

Sumber : www.eramuslim.com
Read More..

(Ketika Mulut, Tak Lagi Berkata) Taufiq Ismail Tentang Chrisye

[Ar-Royyan-7286] Fw: TAUFIQ ISMAIL TENTANG CHRISYE

Agus Rasidi
Thu, 17 Jan 2008 22:46:13 -0800

TAUFIQ ISMAIL TENTANG CHRISYE


----- Original Message ----- From: Slamet Hariyanto

To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, January 18, 2008 11:06 AM
Subject: [Milis_Iqra] TAUFIQ ISMAIL TENTANG CHRISYE

Dari milis sebelah........
=============
Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi
(1949-2007) di majalah sastra HORISON.
Krismansyah Rahadi (1949-2007):
KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA

TaUFIQ ISMAIL
Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata,
"Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi
saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka
lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia
bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu
bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris
lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan
diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah
seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi
masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu.
Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa
mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya
mau bilang, " Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita
rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika
sampai ayat 65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. "Alyauma
nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum
bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti. Maknanya, "Pada hari ini Kami akan
tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki
mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah.
Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke
larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat
berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan
teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri
judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah
selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul
inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika
berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi
lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye ? Sebuah
Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat
Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang
menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam
lirik itu. Liriknya benar-benarbenar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus
melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di
kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya
membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.Yanti sampai syok! Dia kaget
melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi
judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa
tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah.
Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. "Saya
mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq. Ia
menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi
ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah
ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat
mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis
dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya,
belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah
senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan
saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari
terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio,
menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan
susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan
tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak
sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu,
itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang!
Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya
ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang
pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar
meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama
menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya
terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan
saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian
mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat
kelak.
Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan
Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin
biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan
menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif
dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
* * *
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran
album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser
untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. "Kenapa
Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu
Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi
saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah
Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan
hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya,
tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar.
"Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau
Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan
Maha Pengampun ' kan ?"
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras
menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya
solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.
* * *
Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris
Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk
rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan
adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan
empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album
sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan
pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang
amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga
terbuka lebar baginya. Amin. #
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya.... sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina
1997


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -


Rasulullah SAW bersabda, Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Quran) dan sunnah Rasulullah saw. (HR. Muslim).

Sumber : www.mail-archive.com
Sumber : www.jerman90.wordpress.com
Read More..

Surat Al-Kahfi pada Hari Jum’at

Hadits pertama:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

Hadits kedua:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)
Read More..
Top Bottom Back To Top